Made a wrong turn
Once or twice
Dug my way out
Blood and fire
Bad decisions
That's alright
Welcome to my silly life
Mistreated
Misplaced
Misunderstood
Miss knowing it's all good
It didn't slow me down.
Mistaking
Always second guessing
Underestimating
Look I'm still around
Pretty, pretty please
Don't you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect
Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me
You're so mean
When you talk
About yourself, you were wrong
Change the voices in your head
Make them like you instead
So complicated
Look how we all make it
Filled with so much hatred
Such a tired game
It's enough
I've done all I can think of
Chased down all my demons
I've seen you do the same
Oh
Pretty, pretty please
Don't you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect
Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me
The whole worlds scared
So I swallow the fear
The only thing I should be drinking
Is an ice cold beer
So cool in line
And we try, try, try
But we try too hard
And it's a waste of my time
Done looking for the critics
Cause they're everywhere
They don't like my jeans
They don't get my hair
Exchange ourselves
And we do it all the time
Why do we do that?
Why do I do that?
Why do I do that?
Yeeeeaaaahhh
Oooooooh
Oh baby pretty please
Pretty, pretty please
Don't you ever feel
Like you're less than
Fucking perfect
Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me
You're perfect, you're perfect
Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me
(Pink-Fucking Perfect)
Lagu ini sangat menginspirasi saya akhir-akhir ini. Liriknya sangat sederhana namun memiliki arti yang cukup "dalam".
Lagu ini menceritakan tentang sebuah "dukungan" untuk seseorang yang merasa hidupnya penuh dengan masalah.
Ia merasa tidak cukup sempurna dan terus mengeluh mengenai kekurangannya.
Padahal, orang-orang yang selalu merasa hidupnya penuh dengan masalah disadari atau tidak, mereka tengah aktif untuk membuat dirinya selalu berada di dalam masalah.
Mereka akan selalu disibukkan dengan pikiran-pikiran negatif dan akhirnya membawa mereka ke arah yang negatif pula.
Maka, bangunlah! Hentikan prasangka, pikiran, serta perasaan-perasaan buruk itu.
Itu hanya membuang-buang waktumu yang sangat singkat di dunia ini.
Jika kita memperhatikan orang-orang di sekeliling kita, maka kita akan paham bahwa hidup di dunia tidak akan terlepas dari masalah.
Di kantor-kantor, tidak sedikit karyawan yang sering mengeluh mengenai pekerjaan mereka. Tumpukan deadline, pekerjaan yang tidak sesuai dengan upah, jam lembur yang tidak menentu, namun disamping itu, tidak sedikit juga orang diluar sana yang sangat menginginkan pekerjaan, sampai rela melakukan apapun demi mendapatkan uang.
Di kampus-kampus, ada banyak mahasiswa yang sering mengeluh mengenai tugas dan jadwal kuliah yang padat. Namun, tidak sedikit juga orang di luar sana yang memilih untuk bunuh diri karena merasa tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Setiap orang (termasuk saya) pasti pernah melakukan kesalahan. Hidup terlalu singkat untuk menyesali kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu. Belajar untuk memaafkan diri sendiri maupun kesalahan orang lain dan berusaha untuk terus menjadi lebih baik. Kita pasti pernah membuat keputusan yang salah lalu menyesalinya. Sekali, dua kali, bahkan mungkin berkali-kali. Tapi, saya pikir itu lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak pernah membuat keputusan sekalipun dalam hidupnya. Dan yang dapat kita lakukan yaitu belajar dari kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Hidup adalah soal bagaimana kita memaknai semua hal yang telah diperoleh dan dialami. Kita semua tahu bahwa hidup tak hanya didirikan dengan kaki kesedihan, namun ada kaki yang lain bernama kebahagiaan. Lalu, mengapa kita terlalu “bodoh” untuk rela menjalani hidup dengan melangkah hanya dengan satu kaki saja? Mengapa kita hanya fokus pada kesedihan-kesedihan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat? Mengapa kita rela membuat diri kita sendiri jalan terpincang-pincang? Mengapa kita selalu bertumpu pada hal-hal yang sesungguhnya hanya akan terus membuat kita menderita, dan semakin menderita, dan semakin menderita, dan semakin menderita….
Untuk melangkah ke depan memang kita harus mempersiapkannya terlebih dahulu, menata diri agar bisa lebih siap menghadapi segala masalah dan rintangan. Kita juga harus membenahi dan memperbaiki diri dari sisa-sisa kesalahan dan kegagalan yang pernah kita lakukan dan alami di masa lalu. Namun, sampai kapan kau terus membenahi diri?
Sebagian kecil kenangan buruk di masa lalu memang harus kita simpan untuk dijadikan pelajaran, tapi percayalah, sebagian besar yang lainnya harus kita tinggalkan dan lupakan! Jangan berkubang pada lumpur penyesalan dan keragu-raguan. Bergeraklah, terus berjalan, berlari… Kadang, yang paling kita butuhkan untuk dapat mencapai kebahagiaan adalah dengan melupakan kesedihan dan kegagalan di masa lalu.
Percayalah, kau begitu berharga. Ketika kau mengira dirimu tidak berguna, enyahkan dari pikiranmu! Hidup akan terasa melelahkan jika kau mengisinya dengan penyesalan dan kebencian, pada dirimu sendiri maupun orang lain. Segeralah bangkit sebelum semuanya terlambat. Jangan mencemaskan resiko, karena tidak satupun hal di dunia ini yang tidak memiliki resiko, besar atau kecil. Yang harus kau lakukan saat ini yaitu menabung keberanian dan mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi dan menyelesaikan resiko-resiko tersebut.
Aku tahu, itu tidak akan mudah untukmu. Tetapi, semuanya akan jauh lebih sulit jika kau terus menganggapnya tidak mudah, bukan? Melangkah lah, ambil keputusan. Pertimbangan-pertimbangan memang perlu, namun dengan cara mempertimbangkannya saja tidak akan membantumu untuk menyelesaikan semua masalah yang ada.
Hidup itu bagaikan kepingan puzzle yang kita temukan berserakan yang kemudian kita susun untuk mengetahui maknanya. Maka, berlarilah… Temukan seluruh kepingan puzzle hidupmu, rangkai dan kau akan mengerti makna hidup yang sebenarnya.