Tuhan memang Maha Sempurna, Ia menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang jelas dan pasti.
Hanya ada dua kutub di dunia, utara dan selatan.
Hanya ada dua sifat di dunia, baik dan jahat.
Dan hanya ada dua perasaan yang sering kita alami, yaitu sedih dan senang.
Ketika sedang senang, semuanya menjadi sangat mudah.
Sangat mudah untuk tersenyum, sangat mudah untuk tertawa, dan sangat mudah untuk kembali menginjak bumi dan tersadar bahwa ini hanya sementara.
Lain halnya jika kita sedang bersedih..
Hampir sama dengan ketika kita sedang senang. semuanya menjadi sangat mudah, bedanya adalah kata kerja yang mengikuti kata ‘mudah’, seperti; mudah marah, mudah menangis, mudah tersentuh, dan mudah-mudahan bisa mengendalikan diri.
Semuanya terasa bergerak amat lamban,
Tak terkontrol dan cenderung melelahkan.
Mungkin ini adalah sebentuk pembuktian atas hipotesa bahwa energi negatif tidak baik untuk tubuh kita. Semakin kita terpuruk disitu, semakin semua hal negatif mengarah kepada diri kita.
Satu hal yang membuat kita sedih sekali?
Jawabannya adalah, Kehilangan..
Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu memberi label ‘aku’ pada setiap hal yang dia suka.
Mobil aku, Handphone aku, Notebook aku, Mama aku, Papa aku, Pacar aku, dan aku aku lainnya.
Ketika kata ‘aku’ ini dicabut dari kata bendanya, tiba-tiba semuanya berputar cepat sekali dan membuat kita tidak dapat berfikir dengan jernih.
Proses pencabutan kata ‘aku’ ini sepertinya menjadi proses yang sangat menyakitkan.
Ketika semua ini terjadi entah mengapa kita jadi begitu teliti menghitung hari dan minggu.
Terkadang, perasaan takut tidak dapat menghadapinya terus bergelayut.
Tapi, demi pendewasaan diri rasa takut itu harus dihadapi dan di rasakan.
Kita harus bisa merasakan semua perasaan sakit, kehilangan, dan semua perasaan tidak enak dari pencabutan kata ‘aku’ di sini agar kita menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.
Ini hanyalah proses pembelajaran.
Anggap saja kau sedang menjadi anak panah yang sedang di tarik jauh kebelakang untuk melesat jauh ke depan.
Semoga kau sedang melakukan hal yang sama ;)
Hanya ada dua kutub di dunia, utara dan selatan.
Hanya ada dua sifat di dunia, baik dan jahat.
Dan hanya ada dua perasaan yang sering kita alami, yaitu sedih dan senang.
Ketika sedang senang, semuanya menjadi sangat mudah.
Sangat mudah untuk tersenyum, sangat mudah untuk tertawa, dan sangat mudah untuk kembali menginjak bumi dan tersadar bahwa ini hanya sementara.
Lain halnya jika kita sedang bersedih..
Hampir sama dengan ketika kita sedang senang. semuanya menjadi sangat mudah, bedanya adalah kata kerja yang mengikuti kata ‘mudah’, seperti; mudah marah, mudah menangis, mudah tersentuh, dan mudah-mudahan bisa mengendalikan diri.
Semuanya terasa bergerak amat lamban,
Tak terkontrol dan cenderung melelahkan.
Mungkin ini adalah sebentuk pembuktian atas hipotesa bahwa energi negatif tidak baik untuk tubuh kita. Semakin kita terpuruk disitu, semakin semua hal negatif mengarah kepada diri kita.
Satu hal yang membuat kita sedih sekali?
Jawabannya adalah, Kehilangan..
Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu memberi label ‘aku’ pada setiap hal yang dia suka.
Mobil aku, Handphone aku, Notebook aku, Mama aku, Papa aku, Pacar aku, dan aku aku lainnya.
Ketika kata ‘aku’ ini dicabut dari kata bendanya, tiba-tiba semuanya berputar cepat sekali dan membuat kita tidak dapat berfikir dengan jernih.
Proses pencabutan kata ‘aku’ ini sepertinya menjadi proses yang sangat menyakitkan.
Ketika semua ini terjadi entah mengapa kita jadi begitu teliti menghitung hari dan minggu.
Terkadang, perasaan takut tidak dapat menghadapinya terus bergelayut.
Tapi, demi pendewasaan diri rasa takut itu harus dihadapi dan di rasakan.
Kita harus bisa merasakan semua perasaan sakit, kehilangan, dan semua perasaan tidak enak dari pencabutan kata ‘aku’ di sini agar kita menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.
Ini hanyalah proses pembelajaran.
Anggap saja kau sedang menjadi anak panah yang sedang di tarik jauh kebelakang untuk melesat jauh ke depan.
Embrace everything and all will be all right..
Semoga kau sedang melakukan hal yang sama ;)
No comments:
Post a Comment