Pernah putus cinta?
Pernah sakit hati?
Aku mengalaminya. Saat ini.
Bagaimana rasanya?
Perih?
Pilu?
Sakit? Pasti.
Pernah merasakan jatuh ke dalam jurang sedalam 10 km?
Kira-kira bagaimana rasanya?
Sakit? Pasti.
Itu juga yang mungkin aku rasakan saat ini.
Tapi bukan sakit fisik, bukan.
Sakit secara psikis, lebih menyakitkan daripada sekedar sakit secara fisik.
Bagaimana ketika semua yang kita lakukan tidak berarti apa-apa.
Bagaimana ketika apa yang telah diperjuangkan ternyata sia-sia.
Bagaimana ketika semua yang telah dilalui tidak berbekas.
Bagaimana ketika seluruh cinta dan sayang berlalu begitu saja.
Bagaimana ketika perhatian yang telah tercurah sepenuhnya tidak bermakna.
Sakit? Pasti.
Rasanya aku sudah tak mampu bangkit.
Sakit sekali.
Mungkin melebihi tusukan puluhan pisau secara bersamaan.
Merobek tubuhku.
Memutuskan saraf-sarafku.
Otot-ototku terasa lumpuh.
Otakku sudah tak berfungsi dengan baik.
Napasku sudah semakin memendek.
Aku tak mampu, sungguh.
Tapi aku akan berusaha untuk bertahan.
Bernapas.
Berusaha bangkit dengan sekuat tenaga.
Dengan seluruh sisa-sisa kekuatanku.
Untuk mencari kebahagiaan yang lain.
Yang telah menantiku di ujung sana.
Menunggu untuk ku hampiri, dan kuraih.
Pernah sakit hati?
Aku mengalaminya. Saat ini.
Bagaimana rasanya?
Perih?
Pilu?
Sakit? Pasti.
Pernah merasakan jatuh ke dalam jurang sedalam 10 km?
Kira-kira bagaimana rasanya?
Sakit? Pasti.
Itu juga yang mungkin aku rasakan saat ini.
Tapi bukan sakit fisik, bukan.
Sakit secara psikis, lebih menyakitkan daripada sekedar sakit secara fisik.
Bagaimana ketika semua yang kita lakukan tidak berarti apa-apa.
Bagaimana ketika apa yang telah diperjuangkan ternyata sia-sia.
Bagaimana ketika semua yang telah dilalui tidak berbekas.
Bagaimana ketika seluruh cinta dan sayang berlalu begitu saja.
Bagaimana ketika perhatian yang telah tercurah sepenuhnya tidak bermakna.
Sakit? Pasti.
Rasanya aku sudah tak mampu bangkit.
Sakit sekali.
Mungkin melebihi tusukan puluhan pisau secara bersamaan.
Merobek tubuhku.
Memutuskan saraf-sarafku.
Otot-ototku terasa lumpuh.
Otakku sudah tak berfungsi dengan baik.
Napasku sudah semakin memendek.
Aku tak mampu, sungguh.
Tapi aku akan berusaha untuk bertahan.
Bernapas.
Berusaha bangkit dengan sekuat tenaga.
Dengan seluruh sisa-sisa kekuatanku.
Untuk mencari kebahagiaan yang lain.
Yang telah menantiku di ujung sana.
Menunggu untuk ku hampiri, dan kuraih.
No comments:
Post a Comment